viera wardhani

  • Mungkin aku tidak bisa sepenuhnya memahami
    Engkaupun tidak juga
    Rindu yang tak bertepi
    Derita yang
    Entah kapan berakhir, tapi..menjadikan
    Kekuatan tak terbendung … berujung pada
    Awal atau akhir kah […]

  • Mom,…do I have to memorize the national heroes birthday?

    Sure yo do not have to

    But If I do not, my score in history will be low

    That is the consequence of your decision

    So?

    It is up to you…
    But my teacher I have to, It show that I love my country

    And? You can memorize many detail things about BTS history and each member, what they like and what they do not

    Mom if only 5 to 10, sure I will but it more than 20… How could I?

    So why not choose 7 of our national heroes, and understand them just like you understand well about BTS
    How could you memorize and actively search about BTS and why..?

    Because I like them, they share a lot of good thing for the current generation

    What did they do for our nation?

    Nothing… but they teach me a lot

    Our heroes my dear, at least they give their life for the independence of our nation, which make me and you live in this freedom country,…you are now able to choose your own future, decide what is the best for you…learn many things…including BTS
    The member of BTS itself still need to take Wamil, don’t they?

    You know, I never complaint about you and BTS… I only ask you to understand what they sing…and made your decision, follow what you believed is the right things

    So I have to memorize only for score?

    It is up to you, nothing is compulsory..it just have its own consequences..
    If you choose to memorize only for the score, that will be all you can get from learning the history
    But, if you decide to understand about our heroes, their life story and history… you will learnt a lot, just like when you learn about BTS… not just following them

    I can not guarantee your score, because it is also depend on the questions that your teacher made…
    But I believe if you choose to learn to understand, you will get more that just birthday and score

    Our life is not determined or judged by our school score, but what we give to our life for other people….

  • Recently many news, both public and private, keep coming…telling a sad end life story
    Tentang teman-teman tenaga kesehatan yang melakukan upaya penyelamatan terakhir, namun dengan kesedihan tidak yakin dengan akhirnya, apakah itu akan memberikan kesembuhan atau memperpanjang sesaat harapna hidup bagi pasien Covid 19 yang mengalami kegawatan.

    Tentang keluarga yang menuliskan semoga ada mukjizat…ketika mendampingi suami, istri yang dalam kondisi gawat di ICU terpasang ventilator

    Dan itu membawa kembali, flash back, sebuah lompatan ingatan ketika mendampingi ibu di rumah sakit. Sebagai dokter, melihat kondisi ibu, saya bertanya kepada sejawat yang merawat. Tolong beritahu saya kondisi ibu dan bagaimana kemungkinan prognosis.
    Halus jawaban di wa, dengan kondisi ibu yang sudah sepuh (renta), diabetes, riwayat stroke dan mobilisasai terbatas yang lama, double infeksi (karena infeksi dapatan), sehingga mengalami sepsis,…”sulit buk”
    Kemudian justru sejawat bertanya, jika nanti ibu sampai pada kondisi kritis, apa yang akan saya pilih diberikan upaya intervensi maksimal (resusitasi, ventilator jika harus dsb), atau lebih memilih palliatif, tetap diberikan terapi supportif dirawat di ruang tidak di ICU.

    Saat itu dengan yakin saya menjawab, saya ingin berada di sebelah ibu jika saat itu tiba, memegang tangannya dan menemaninya. Saya tidak ingin melihat begitu banyak tindakan dan alat harus dipasangkan jika itu menimbulkan rasa sakit

    Ingatan saya saat itu melayang ketika Bapak, 15 bulan yang lalu meninggal karena infark…begitu mendadak…dan disaat dokter melakukan resusitasi tentu semua keluarga diminta menepi, ….di luar lingkar itu hanya untuk menunggu berita, bahwa segala upaya telah dilakukan, namun Bapak sudah dipanggil. Betapa saya merasa tangis saya terlambat…seharusnya saya ada disebelahnya

    ya saya memilih untuk tidak dilakukan resusitasi ketika Ibu mengalami fase kritis

    Saudara pun datang, adik menjelaskan dan berunding…akhirnya keputusan dikembalikan ke saya karena saya yang merawat ibu sejak sakit.

    dan akhirnya ketika dokter menawarkan pemindahan ke ICU saat ibu kritis kami memutuskan dirawat diruangan dan bisa mendampingi..
    kelima anaknya dan suami saya, hanya satu kakak yang terlambat…berada disebelahnya hingga hembusan nafas terakhir yang begitu jelas karena monitor terpasang…

    Selalu ada pertentangan apakah resusitasi atau pemasangan ventilator,atau apapun upaya itu tetap harus dilakukan ketika pengetahuan kita (yang sangat terbatas) melihat harapan itu begitu kecil
    Atau seharusnya memberikan akhir yang tenang…
    Pilihan terbaik bagi siapa? ketika pasien dalam kondisi tidak mampu mengambil keputusan

    Keputusan itu menjadi pilihan terbaik untuk saya atau ibu saya?

    Betapapun besarnya keyakinan saya saat itu, tidak ada satu hari yang terlewat sesudah itu tanpa saya mempertanyakan kembali keputusan saya. Apakah saya sudah memberikan pilihan yang terbaik untuk ibu? ataukah hanya keegoisan saya

    Tidak henti orang menyatakan bahwa itu adalah pilihan yang paling tepat, namun sepertinya pertanyaan itu akan menjadi pertanyaan yang harus saya cari sendiri jawabannya…

    Ternyata begitu sulitnya mengambil keputusan atas kehidupan orang lain, …Sebesar itu pula setiap kalifah, setiap ibu, ayah, pemimpin

  • viera wardhani wrote a new post, Why about "me", on the site be safe be human 1 year ago

    Life is changing, for sure yes, if not then it is not a life

    Recently we face a rapid life-changing, shocking but revealing and help us understand our self better
    Yup the Covid 19 membawa begitu banyak […]

  • viera wardhani became a registered member 1 year ago